“Kala Itu… “

Catatan Yang Berserak….

Awari Dukung Internet ‘Sehat’ Senin, 07 Pebruari 2011 17:18:00

leave a comment »

Awari Dukung Internet ‘Sehat’
Senin, 07 Pebruari 2011 17:18:00
Ilustrasi (Foto:Dok)

YOGYA (KRjogja.com) - Asosiasi Pengusaha Warung Internet Indoensia (Awari) Yogyakarta mendukung gerakan Internet Sehat dengan memblokir situs pornografi melalui Domain Number System (DNS) Nawala atau DNS Merapi yang dibuat Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI).

Demikian dikatakan Ketua Awari Yogyakarta, Andri Suhendri dan penerapan DNS Nawala sebagai filter sudah diterapkan kepada seluruh anggota sejak tahun lalu. Hasilnya, mampu memblokir situs porno dan bebas digunakan tanpa dikenakan biaya hingga tanpa mengganti setting DNS komputer di alamat protokol internet DSN Nawala.

“Semua anggota Awari sudah memakai DSN Nawala untuk memblokir situs pornografi. Bahkan, bisa menggunakan DNS Merapi buatan APJI,” katanya kepada KRjogja.com, Senin (7/2).

Menurut Andri untuk menggunakan DNS Nawala, pemilik warnet bisa mensetting sendiri dari Nawala ke router atau servernya. Sedangkan, DNS Merapi sudah mensetting dari setiap Interset Service Provider (ISP) tanpa mensetting di router. Saat DNS Merapi masih terbatas di Kota Yogyakarta dan ke depan akan diperluas. (Fir)

sumber : http://www.krjogja.com/news/detail/69788/Awari.Dukung.Internet..Sehat..html

——-

Awari DIJ Dukung Blokir Situs Porno

Tuesday, 08 February 2011 11:20
Awari DIJ Dukung Blokir Situs Porno
JOGJA – Pemblokiran situs pornografi di internet diwajibkan bagi seluruh anggota Asosiasi Pengusaha Warnet Indonesia (Awari). Ini diperuntukkan bagi anggota dengan menggunakan Domain Number System (DNS) Nawala.
Sedangkan bagi anggota Awari DIJ, tidak perlu menggunakan program dari domain tersebut. Justru mereka bisa menggunakan DNS Merapi, yang dibuat Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) DIJ.
Ketua Awari DIJ Andri Suhendri mengatakan, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk mendukung gerakan internet sehat. Terutama adanya DNS Nawala yang bisa diterapkan bagi seluruh anggota sejak 2010 lalu sebagai filter yang terbukti bisa memblokir situs pornografi.
“Selain bisa digunakan anggota, DNS Nawala juga bisa digunakan siapa saja karena bebas biaya dengan mengganti setting DNS di komputer ke alamat protokol internet DNS Nawala,” jelas Andri kemarin.
Menurut Andri, sekarang bagi anggota Awari semua sudah bisa menggunakan DNS Nawala  untuk memblokir pornografi. Bahkan khusus Awari DIJ juga bisa menggunakan DNS Merapi buatan APJI DIJ.
Ada dua versi untuk masalah pemakaian dengan menggunakan DNS Nawala. Yaitu warnet atau pengguna bisa melakukan setting sendiri DNS dari Nawala ke router atau server-nya. Untuk DNS Merapi yang merupakan internet service provider (ISP) legal khususnya Jogjakarta, juga bisa melakukan setting dari ISP masing-masing, sehingga pengguna tidak perlu men-setting di router atau server atau komputernya lagi
“Mayoritas anggota Awari menggunakan DNS Nawala karena sudah bisa digunakan di manapun juga tidak terbatas wilayah,” paparnya. Untuk DNS Merapi masih terbatas wilayah DIJ saja, karena pengguna harus ter-connect ke ISP yang telah menggunakan.
Nantinya, DNS Merapi masih bisa diterapkan di DIJ dan dikembangkan secara nasional. Sehingga pengguna bisa mengakses internetnya dengan legal.
Terkait dengan penerapan DNS tersebut, ada kekhawatiran sebagian warnet jika akses internet dibatasi, maka konsumennya akan lari. Tetapi menurutnya, hal itu tidak perlu dicemaskan, mengingat pengguna warnet pintar mencari celah agar bisa mengakses situs pornografi.
“Bagaimanapun filter yang diterapkan tetap ada kelemahan. Jika ada pengguna yang di bawah umur ketahuan membuka situs pornografi, pihak warnet masih bisa memberi teguran dan peringatan,” katanya. (hes)  

sumber : http://www.radarjogja.co.id/ekonomi-bisnis/12-ekonomi-bisnis/13542-awari-dij-dukung-blokir-situs-porno.html

————————-

Awari Jogja wajibkan anggota blokir situs porno
Senin, 07 Februari 2011 16:39:20
20110207163920_STOP_PORNOGRAFI.jpg <!–

–>JOGJA: Asosiasi Pengusaha Warnet Indonesia (Awari) Yogyakarta mewajibkan pemblokiran situs porno di internet dengan Domain Number System (DNS) Nawala. 

Anggota Awari juga bisa menerapkan DNS Merapi yang dibuat oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Yogyakarta. Ketua Awari Yogyakarta, Andri Suhendri, mendukung tegas gerakan internet sehat terutama dengan DNS Nawala yang sudah diterapkan bagi seluruh anggota sejak 2010. Sistem ini berfungsi sebagai filter yang terbukti dapat memblokir situs-situs pornografi.

Selain dapat digunakan para anggota, DNS Nawala juga dapat digunakan siapa saja karena bebas biaya dengan mengganti setting DNS di komputer ke alamat protokol internet DNS Nawala.

“Sekarang untuk anggota Awari, semua telah menerapkan menggunakan DNS Nawala untuk memblokir pornografi dan DNS Merapi buatan APJI Yogyakarta,” ujarnya, hari ini (7/2). Penggunaan DNS Nawala bisa dilakukan dengan mengatur sendiri DNS dari Nawala ke router atau servernya, sementara dengan DNS Merapi yang merupakan Internet service provider (ISP) legal khusus Jogja, sudah diatur dari ISP masing-masing sehingga pengguna tidak perlu setting di router, server atau komputernya lagi.(Harian Jogja/Intaningrum)

<!– end content_isi

–> sumber :  http://www.harianjogja.com/beritas/detailberita/HarjoBisnis/21381/awari-jogja-wajibkan-anggota-blokir-situs-pornoview.html

—————————————–

Pasar Komputer DIY Mulai Lesu PDF Print
Monday, 07 February 2011
YOGYAKARTA(SINDO) – Pangsa pasar komputer di Yogyakarta mulai lesu.Ini dipicu oleh outlet-outlet komputer,khususnya dari Jawa Tengah tidak lagi memasok barang dari distributor di DIY,tapi langsung mengambil ke Jakarta. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) DIY Hadi Santono mengatakan, penjualan komputer di pasar DIY dari sisi omzet sebenarnya tergolong tinggi. Sayangnya, perkembangan dari tahun ke tahun relatif stagnan. Kondisi ini dipengaruhi tingkat order dari berbagai daerah yang tadinya melalui distributor di Yogyakarta, kini beralih ke Jakarta. 

”Daerah-daerah luar DIY seperti Purwokerto, Banyumas, Purworejo, dan lainnya dulu mengambil komputer di DIY.Seiring pertumbuhan penjualan komputer di daerah, mereka justru mengambil produk komputasi langsung ke Jakarta,” paparnya kemarin. Saat ini penjualan komputer di DIY menduduki posisi ketiga secara nasional dengan persentase sebesar 12% dari total perkiraan 4,64 juta unit.

Posisi pertama ditempati Jakarta dan disusul Surabaya. Untuk pertumbuhan penjualan, pada 2010 mampu mencapai angka 32%.”Selama dua tahun terakhir pertumbuhan penjualan komputer sekitar 32%. Untuk target 2011 diperkirakan hanya 30%,” kata Hadi. Untuk produk yang diminati, komputer jinjing alias laptop masih menjadi primadona dengan persentase penjualan 66%,disusul komputer desktop dan server 1%. Salah satu faktor pendorong peningkatan transaksi,selain tren jejaring pertemanan juga maraknya hot spot gratis,khususnya di kawasan perkotaan. ”Dibanding kotakota lain, penjualan komputer jinjing di Yogyakarta terbilang sangat tinggi,”ucapnya.

Pemblokiran Situs Pornografi

Masihterkaitdengankomputasi, Asosiasi Pengusaha Warnet Indonesia (Awari) menyatakan dukungannya terhadap program pemblokiran situs-situs pornografi.Sebagai bentuk dukungan, seluruh anggota yang tergabung dalam Awari Yogyakarta,wajib membentengi perangkatnya denganDomainNumber System (DNS) Nawala. Ketua Awari Yogyakarta Andri Suhendri menerangkan, DNS Nawalamerupakanlayanangratisyang bebasdigunakanpenggunainternet untuk menyaring konten negatif dan porno.

Cara menggunakan fasilitas tersebut cukup mudah, yakni melakukan pengubahan konfigurasi IP DNS komputer ke alamat IP 180.131.144.144 (primary) dan 180.131.145.145 (secondary). ”Kami mendukung Gerakan Internet Sehat terutama dengan DNS Nawala.Perangkat ini sebagai filter yang terbukti ampuh memblokir situs-situs pornografi.DNS Nawala juga dapat digunakan siapa saja karena bebas biaya dengan mengganti setting DNS di komputer ke alamat protokol internet DNS Nawala,”papar Andri kemarin.

Selain menggunakan perangkat DNS Nawala, filter pornografi juga dapat dilakukan menggunakan DNS Merapi.Hanya,penggunaan filter yang satu ini hanya terbatas bagi pengguna internet di wilayah Yogyakarta.Sebab,setiap pengguna diharuskan ter-connect ke internet service provider (ISP).”Mayoritas anggota Awari menggunakan DNS Nawala karena bisa digunakan di manapun,”ungkapnya.

Pemberlakuan filter pornografi tidak sepenuhnya dapat memblokir situs-situs berbau porno.Andri beralasan, masih banyak pengguna warnet yang berupaya mencari celah agar dapat mengakses pornografi. Terhadap kasus seperti ini, pengusaha warnet tidak bisa bersikapkaku karena berisiko pada kepercayaan pelanggan. ”Yang bisa dilakukan adalah memberikan teguran jika ada pengguna di bawah umur yang tetap memaksa membuka situs pornografi,” pungkasnya. (arif budianto)

sumber :  http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/380642/37/

Written by andrisme

February 8, 2011 at 11:14 am

Posted in BERITA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.